Aug 21st, 2010

Penghargaan Bagi UKM Berprestasi

By -- Category: News

Pemerintah mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) naik kelas sehingga mampu membentuk golongan menengah baru.Sektor UMKM dinilai strategis lantaran efektif menekan angka pengangguran dan kemiskinan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Hatta Rajasa menuturkan, peran UMKM semakin diperhitungkan dalam perekonomian nasional.

Sektor UMKM menyumbang 50% total produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang kini mencapai lebih dari USD700 miliar (Rp6.000 triliun).“Ini memperlihatkan betapa pentingnya peran-serta sektor UMKM di Tanah Air untuk mendukung perekonomian nasional,” ujar Hatta saat menghadiri Malam Penganugerahan Insan UMKM yang digelar harian SINDO di Hotel Borobudur,Jakarta,tadi malam. Malam Penganugerahan Insan UMKM berlangsung meriah.

Sebanyak 57 pengusaha kategori UMKM binaan Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI, dan Bank BTN hadir dalam acara itu.Malam penganugerahan itu diawali dengan buka puasa bersama. Sebelum acara puncak,hadirin dihibur dengan sajian musik rohani yang dibawakan sejumlah penyanyi dan band pengiring. Ihsan Idol menghibur hadirin dengan menyanyikan lagu ”Tombo Ati”yang dipopulerkan Opick.

Penghargaan berupa piagam diberikan kepada seluruh insan UMKM oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa didampingi Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan. Selain piagam, insan UMKM juga mendapatkan vouchersenilai Rp5 juta dari Daihatsu. Hatta mengatakan, kekuatan UMKM terlihat saat krisis global. Kontribusi UMKM membuat perekonomian Indonesia tetap terjaga.

Di saat negara maju terimbas krisis perekonomian dunia, ekonomi Indonesia pada 2009 masih bisa tumbuh 4,5%.“Karena peran UMKM juga, kita menjadi negara ketiga setelah China dan India dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di antara negara-negara G-20,”tegasnya. Mantan Menteri Sekretaris Negara itu berharap UMKM bersinergi dengan kalangan industri yang levelnya lebih tinggi. Langkah itu diyakini akan membuat UMKM mampu bersaing di pasar global.

“Kita tidak mungkin bisa bersaing di pasar global jika tidak ada sinergi antara UMKM dan kalangan industri. Saya yakin, peran UMKM akan sangat besar dalam mengoptimalkan enam koridor ekonomi,”katanya. Dia mengatakan, kemajuan UMKM juga bergantung pada peran serta sumber pendanaan.Karena itu,menurutnya,pemerintah menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp20 triliun tahun ini.

Pemerintah mendorong pelaku usaha mengoptimalkan realisasi penyerapan KUR dari perbankan apabila ingin mengajukan pinjaman demi meningkatkan usahanya. “Bapak Presiden juga menaruh perhatian khusus untuk UMKM dengan meningkatkan kredit pinjaman tanpa agunan dari sebelumnya Rp5 juta menjadi Rp20 juta,”katanya. Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan menuturkan, perekonomian nasional menaruh harapan besar pada peran dan perkembangan UMKM.

Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp18 triliun per tahun yang disediakan untuk pengembangan UMKM. “Sebenarnya ada Rp20 triliun tapi yang Rp2 triliun disiapkan untuk jaminan pinjaman.Ini bukti keberpihakan kita kepada pelaku usaha kecil dan menengah,”ujarnya. Dia mengatakan,potensi UMKM dan koperasi sangat besar.Menurutnya, saatiniada97koperasiyangmemiliki aset berkisar antara Rp500 miliar hingga Rp1,5 triliun.

Dari sisi UMKM,banyak pelaku usaha kecil menengah yang sudah naik kelas. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM,12,5% pengusaha mikro telah beralih menjadi pengusaha kecil,6% pengusaha kecil meningkat menjadi pengusaha kelas menengah, dan lebih dari 400.000 pelaku usaha menengah naik kelas menjadi pelaku usaha nasional.Dia berkeyakinan, mimpi menjadikan sektor dan pelaku UMKM sebagai tonggak perekonomian nasional dan bisa bersaing dalam pasar global akan terwujud.

Syarifuddin juga mengapresiasi harian SINDOyang berperan aktif membantu program pemerintah dalam memberdayakan dan mengangkat peran UMKM di kancah perekonomian nasional. Malam Penganugerahan Insan UMKM mendapat sambutan positif dari pelaku usaha yang profilnya pernah dimuat di harian SINDO. Wiyana Dewi, pengusaha sabun transparan asal Bekasi, Jawa Barat,mengatakan,apresiasi yang diberikan harian SINDO menjadi motivasi baginya untuk terus berkarya.

”Saya rasa acaranya positif ya.Kami,para pelaku UMKM,merasa dihargai,”terangnya. Wiyana mengatakan, apa yang telah disajikan SINDOselama sekitar lima bulan dengan terus menerus memuat profil UMKM di halaman utama turut membantu pihaknya dari segi promosi.

”Secara tidak langsung orang yang tadinya gak kenal jadi tahu usaha saya dan dari sana muncul ajakan kerja sama,” ujarnya. Abdul Qodir Latief,pengusaha pakan ikan asal Bekasi,juga mengungkapkan hal senada. Acara itu memotivasi dirinya untuk melanjutkan pekerjaannya, memproduksi pakan ikan yang mampu memenuhi kebutuhan pakan ikan di sekitar wilayah Jabodetabek.(Galeriukm).

Sumber:

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/346061/38/

Related posts:

  1. Teknologi Informasi Bagi Usaha Kecil
  2. Kredit Usaha Rakyat Tetap Menjadi Prioritas
  3. Pusat Promosi UKM Seluruh Indonesia
  4. Penerapan Teknologi Informasi Bagi UKM
  5. Peran Promosi Usaha


Popularity : 901 views

Tags:

Leave Comment