Feb 13th, 2010

Peluang Usaha Pengolahan Sampah Organik

By -- Category: Peluang Usaha

Sampah menjadi persoalan yang cukup serius bagi masyarakat terutama di wilayah perkotaan. Selama ini masyarakat membuang begitu saja sampah ke tempat-tempat sampah dan menyerahkan urusan selanjutnya kepada petugas kebersihan dan urusan selesai. Tetapi sesungguhnya permasalahan tidak selesai dampai di situ. Timbunan sampah di tempat pembuangan akhir menjadi problem tersendiri, problem kesehatan, pencemaran dan keindahan lingkungan. Seiring dengan perkembangan pertanian organik, sampah organik dapat diubah menjadi pupuk organik yang memiliki potensi mendatangkan keuntungan. Peluang usaha pengolahan sampah organik ini cukup menjanjikan karena permintaannya  semakin meningkat seiring dengan trend pertanian organik yang makin diminati oleh masyarakat.

Saat ini harga pupuk organik di pasaran saat ini berkisar Rp 1000 sampai Rp 2000, selain itu proses pengolahan sampah organik menjadi kompos tidaklah rumit dan dapat dilakukan pada skala rumah tangga maupun skala industri. Sehingga peluang Usaha pengolahan sampah organik menjadi sangat terbuka bagi siapa saja.  Keuntungan dari usaha pengolahan sampah organik tidak hanya dari  hasil berupa kompos, tetapi juga kebersihan lingkungan yang terjaga.

Secara kualitas sampah organik ternyata bisa menjadi pupuk kompos yang berkualitas tinggi. Saat ini  setidaknya ada dua daerah yang telah cukup sukses menjadi Model bagi pengembangan program kompos dari sampah organik ini, yaitu Kabupaten Bantul di Daerah Istimewa Yogyakarta  dan Sragen Provinsi Jawa Tengah. Melalui kerjasama dengan Bank Danamon  berupa Program Danamon Peduli dua kabupaten itu telah melakukan pembangunan unit-unit pengolahan sampah di pasar tradisional yang ada di daerah masing-masing.

Program Danamon peduli sendiri berencana membangunkan percontohan kepada satu pasar tradisional di kabupaten dan kota di seluruh Indonesia yang mempunyai komitmen tinggi dalam memecahkan masalah sampah untuk kesejahteraan masyarakat. Dengan program ini dapat mengatasi problem kebersihan sampah yang dihadapi oleh pasar tradisional di satu sisi dan menghasilkan produk bernilai ekonomis di sisi yang lain. Satu unit pengelolaan kompos dapat mengolah 5 ton sampah organik menjadi 2 ton pupuk organik berkualitas tinggi, menanggulangi kelangkaan pupuk dan lahan kritis, mengurangi beban TPA serta biaya pengelolaan sampah, menyerap 4 tenaga kerja, dan mencegah pemanasan global. Dengan demikian Program Pengelolaan sampah organik ini akan memberikan beberapa solusi permasalahan sekaligus.

Manfaat Pengolahan Sampah Organik

Manfaat Kompos yang telah diproduksi dirasakan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul pada bidang pertanian bawang. Kompos yang diproduksi dari pasar Bantul berhasil meningkatkan panen bawang merah di 17 hektar lahan berpasir Sanden, Bantul hingga 30% dan mengurangi pemakaian pupuk kimia sampai 70%. Di tahun 2008, Pemerintah Kabupaten Bantul telah mereplikasi program melalui dana APBD ini di pasar Imogiri dan pasar Niten. dengan demikian pengolahan sampah oraganik menjadi pupuk kompos telah mampu mendorong pertumbuhan ekomoni yang cukup significant dari berbagai aspek. Selain itu ada beberapa keuntungan lain yang bisa diperoleh yaitu:

* Mereduksi sampah secara sistematis.

* Membuka lapangan kerja baru karena tiap unit mampu menyerap 4-6 tenaga kerja.

* Menambah penghasilan bagi komunitas pasar.

* Menyediakan pupuk organik berkualitas tinggi bagi petani dengan harga terjangkau.

* Menanggulangi kelangkaan pupuk dan lahan kritis.

* Mengurangi beban pengelolaan sampah pemerintah daerah

* Mencegah pemanasan global.

* Mendukung terciptanya ketahanan pangan nasional berbasiskan pertanian organik.

Pengolahan Sampah Skala Rumah Tangga dan Usaha Kecil

Pengelolaan sampah organik tidak saja menjadi monopoli pemerintah atau  lembaga besar saja, dalam skala usaha kecil dan rumah tangga bisa dilakukan. Melihat sukses yang telah dicapai oleh program tersebut , pengolahan sampah organik membuka peluang usaha yang memiliki potensi ekonomi untuk skala rumah tangga dan Usaha Kecil dan Menengah. Dalam skala rumah tangga dapat dilakukan pengolahan sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga, atau kumpulan beberapa rumah tangga. Misalnya dalam satu RT dilakukan pengorganisasian dan pengolahan secara bersama-sama. Model sampah organik rumah tangga yang segar dan lunak,  sangat mudah untuk dikomposkan sehingga bisa dilakukan oleh kebanyakan orang.

Model Pengorganisasian Pengolahan Sampah Organik

Untuk mendukung keberhasilan pengolahan sampah organik menjadi kompos yang bernilai ekonomis dibutuhkan model pengorganisasian yang baik. Model pengorganisasian pengolahan sampah organik dalam lingkungan RT atau kelompok usaha kecil dapat mengadokomasi model pengorganisasian sebagai berikut:

1. Kegiatan ini diorganisir oleh pemimpin masyarakat setempat (Ketua RT/RW), dibantu sebuah tim pelaksana (Komite Lingkungan). 2. Ada keteladanan dari para pemimpin masyarakat, tokoh masyarakat, pemuka agama yang menjadi panutan masyarakat setempat. 3. Dibangun komitmen di antara seluruh warga, lingkungan bagaimana yang ingin dicapai.

4. Ada pendampingan agar kegiatan berkelanjutan, kader/motivator yang mendampingi harus sudah berpengalaman melakukan pengomposan.

5. Proses pengomposan dipilih yang tidak menimbulkan bau ialah proses fermentasi.

Dengan manajemen dan pengorganisasian yang baik usaha pengubahan sampah organik menjadi kompos akan mendatangkan keuntungan. Nilai tambah dari usaha ini bisa meningkat dengan budi daya tanaman organik yang pupuknya berasal dari produksi sendiri. (Galeriukm).

Sumber:

1. http://www.danamonpeduli.or.id/index.php?op=kegiatan&id=2〈=id
2. http://djamaludinsuryo.multiply.com/journal/item/10/MODEL_PENGELOLAAN_SAMPAH_ORGANIK.
3. Sumber Gambar : http://sampahpasarbunder.wordpress.com/2008/11/

No related posts.


Popularity : 11,857 views

Tags: , , ,

7 comments
Leave a comment »

  1. [...] tahun, sampah organik bisa diurai dan diubah menjadi kompos dalam beberapa hari saja (Lihat Pengolahan sampah ornganik ). Di lain sisi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari justru semakin meningkat sehinga [...]

  2. [...] bendera CV Tri Agri Aurum Multifarm, Tri berbisnis peternakan terpadu sapi potong, ayam potong, dan pupuk organik. Meski tak memiliki latar belakang berbisnis, Tri mampu meraih pasar dengan [...]

  3. suatu usaha/upaya yg.wajib diacungi jempol,juga semoga tetap berlanjut berjalan sesuai harapan dan betul-2 tdk ada persoalan dengan sampah,tidak senasip dengan pengompos yang lainya berjalan tdk lama,gagal dan sampah pun tetap menumpuk bahkan menggunung,yg.penting hasil yg.sebenarnya bukan perkataan muluk-2,tetapi saya tetap menghargai para punya niat mengatasi soal sampah ,dan dengan ini saya kenalkan teknologi pemusnah sampah,jadi sesuai dgn.tujuan utamanya mengatasi/memusnahkan sampah,soal nantinya jadi apa itu diurus belakang(sisa pembakaran berupa abu bagus sekali untuk pupuk)teknologi ini tanpa bahan bakar apapun dapat memusnahkan segala macam sampah basah/busuk sekali pun teratasi,penggunanya sdh banyak perumahan warga,sekolahan,pasar juga pabrik/perusahaan yg.banyak produksi sampahnya.,beaya pembuatan tdk mahal juga tdkperlu lokasi yg.luas(conto;uk.180 cm x 180 cm tinggi 3,5 m sdh dpt atasi sampah 1 pasar 50 warung dan sampah warga 4 kampung)

  4. gan, bisa kirim ke emailku cara nya memusnahkan sampah?

  5. apa betul bang Erwin ingintahu cara mengatasi sampah/memusnahkan sampah,bisa mengikuti saat saya membuatkan para peminat pembuatan alat pemusnah sampah dimana panjenengan bila nantinya lokasi tdk.jauh akan saya hubungi,karena saya sudah banyak sekali pembuatan tsb.tidak hanya di wil.jatim saja,tetapi sudah sampek di wil.prop.Banten,juga di wil.kota Bekasi Jabar,dan masih banyak lagi yg.antri untuk saya buatkan.

  6. BAGAIMANA CARANYA ?

  7. Saya sangat tertarik u me-realisasikan pengolahan sampah di kota saya,,bisa share langkah dlm memulai bisnis ini..terimakasih

Leave Comment