Aug 14th, 2010
Limbah Tapioka Mengantarkan Menjadi Pemenang Business Start-up Awards (BSA) 2010
By galeriukm -- Category: Profil UsahaTidak selamanya limbah menjadi barang yang terbuang sia-sia, jika mau kreatif dan tekun membuat eksperimen akan mendatangkan banyak manfaat. Itulah yang dialami Nur Kartika Indah, alumnus TIP UGM, Limbah Tapioka telah mengantarkannya menjadi Wirausahawan muda yang sukses. Salah satu pemenang Shell Livewire Business Start-up Awards (BSA) 2010 dengan produknya Nata De Cassava ini mampu mengubah image limbah tapioka yang berbau tidak sedap, dan tidak memiliki daya guna menjadi makanan yang bernilai tinggi.
Produk limbah tapioka yang diberi nama Nata De Cassava merupakan proses panjang yang dilakukannya untuk menemukan formula yang tepat. Pembuatan Nata De Cassave yang berasal dari limbah tapioka yang dikombinasikan dengan serat singkong memerlukan berbagai ekserimen.
Awalnya pada proses pembuatan Nata De Casava selalu menemui kegagalan. Akhirnya, setelah masuk ke laboratorium selama beberapa minggu dan menemukan formula yang tepat, kini tingkat kegagalan Nata de Cassava buatan Yasti pun berangsung mengecil hingga 10 persen.
Inspirasi bisnis pembuatan Nata De Cassava ini karena menurut Yasti panggilan akrab Nur Kartika Indah peluang pasarnya cukup tinggi. Sedangkan di Kabupaten Bantul baru terpenuhi 40 persen. Melihat peluang usaha besar tersebut, Yasti, beserta ketiga temannya pun mencari akal untuk menggarap bisnis nata de coco dengan sentuhan yang berbeda.
Potensi daerah Pundong Bantul yang banyak perajin tapioka kampung, menginspirasi Yasti dan teman-temannya untuk mengubah limbah tapioka tersebut menjadi bahan dasar buat nata.
Perkembangan Bisnis Nata De Cassava dari limbah tapioka ternyata membuahkan hasil yang positif. Sudah ada satu perusahaan yang sudah menjadi klien tetapnya dan perusahaan lainnya dalam taraf negosiasi.
Bahkan ada suplier yang meminta pasokan nata de cassava sebanyak 20 ton per minggu, padahal untuk saat ini baru bisa 2 ton.
Usaha Yasti bukan berarti sukses terus tanpa hambatan. Pada Maret 2010, usahanya mengalami gagal produksi sampai perlu tiga bulan untuk bangkit kembali. Akibatnya, teman-teman yang awalnya bersama merintis pun akhirnya berguguran meninggalkan Yasti seorang diri.
Meski seorang diri ia tetap memiliki semangat untuk bangkit dari kegagalan, baginya Wirausaha adalah pilihan hidup yang akan digenggam erat, dan di bula Agustus 2010 ia terpilih menjadi salah satu Pemenang Business Start-up Awards (BSA) 2010 . Selamat, semoga menjadi inspirasi Bisnis dan enterpreneur muda Indonesia.(Galeriukm).
No related posts.

[...] 3. Ari Wibowo (Restdoor) 4. Mirza Akbar (Yogya Ice Cream) 5. Novita Eka Sari (Comfort Shop) 6. Nur Kartika Indah M. (Nata De Cassava) 7. Ridho Arindiko. S. (Minyak Goreng SAHARA) 8. Rizky Kurnia Widiantoko (Unique Lancar Jaya- Sendal [...]
[...] dikenal dengan nama onggok ternyata bisa dijadikan berbagai macam makanan. Selain olahan makanan Nata De Cassava, Limbah singkong bisa dijadikan pakan ternak alternatif. Bisnis pakan ternak dari limbah singkong [...]