Sep 6th, 2010

Keramik Unik Oddgreen

By -- Category: Handicraft

Pernah mendengar tentang Oddgreen? Oddgreen adalah merek keramik yang dikembangkan oleh kakak-beradik Hendralian dan Isdihar alias Odi. Bermula dari hobi Odi, sang adik, yang gemar membuat keramik, mereka pun berani menjajal bisnis keramik.

Menurut Lian―panggilan akrab Hendralian―mereka memulai usaha keramik Oddgreen pada November 2006. Modalnya Rp30 juta. “Itu untuk membeli perlengkapan-perlengkapan yang diperlukan, termasuk tungku untuk membakar keramik,” ujar Lian. Pada awalnya, pada tahun itu pula, mereka memperkenalkan keramik Oddgreen di Pasar Seni ITB (Institut Teknologi Bandung).

Kebetulan, Odi adalah lulusan desain produk ITB, angkatan 1995. Sewaktu kuliah, Odi mengambil kerja praktik di Balai Besar Keramik Bandung. Di situlah awal dia mengenal sampai akhirnya jatuh cinta dengan keramik.

Kenapa tertarik membuat usaha sendiri? Menurut Lian, memang sejak semula adiknya itu enggan bekerja kantoran. “Dari awal dia ingin punya usaha sendiri, supaya waktunya bebas dan tidak diperintah-perintah orang lain,” kata Lian yang akhirnya ikut membantu sang adik.

Promosi Lewat Pameran

Pengalaman pertama mengikuti pasar seni ITB rupanya memberikan banyak pelajaran bagi keduanya. “Kami cukup kaget juga. Untuk menyewa booth saja biayanya sampai Rp1 juta sehari. Tapi dari situ kami belajar banyak—seperti apa sih barang-barang yang laku dan berapa kisaran harga yang cocok bagi pembeli,” papar Lian. Yang jelas, dia mengakui, promosi dan penjualan terbaik bisa mereka peroleh melalui pameran.

Lian dan Odi pun berupaya memperkenalkan Oddgreen dan meminta pelatihan usaha ke Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Kamar Dagang dan Industri (Kadin), serta ke instansi-instansi terkait lainnya. “Kami minta pelatihan. Ternyata dari situ kami baru tahu bahwa usaha yang kami jalani itu adalah usaha mikro,” ujar Lian.

Tak disangka, setelah menunggu selama enam bulan, mereka diajak oleh Kadin untuk ikut serta dalam seleksi usaha kecil untuk ajang Kriya Pesona Bandung, sebuah pameran kerajinan yang digelar setiap tahun di Kota Bandung. “Sejak itu, kami jadi sering diajak untuk ikut serta dalam pameran,” ungkap Lian.

Unik dan Ramah Lingkungan

Mengapa mereka melabeli produk-produk keramiknya dengan nama “Oddgreen”?

“Sebenarnya, Odi yang memberi nama itu. Dia kan desainer dan dia suka dengan warna hijau yang unik―hijau yang beda dengan hijau pada umumnya,” tutur Lian. Karena itulah, Odi lalu memilih nama Oddgreen (hijau yang unik). “Selain itu, hijau kan berarti ramah lingkungan,” imbuhnya.

Keramik Oddgreen dibuat dari bahan baku lempung yang dibakar hingga suhu 1250 derajat Celsius. Keramik-keramik ini dilukis menggunakan glasir sehingga tidak mudah luntur dan warnanya mudah meresap ke dalam keramik.

Untuk mewarnai keramik, mereka tidak menggunakan alat penyemprot. “Kami menggunakan kuas agar tintanya hemat, sehingga tidak banyak tinta yang terbuang waktu penyemprotan,” ungkap Lian. Jadi, memang produk keramik ini lebih ramah lingkungan. Selain motif bernuansa pop, ini pula yang menjadi kelebihan produk keramik Oddgreen.

Target: Anak Muda

Target yang disasar oleh Lian dan Odi adalah anak-anak muda. Supaya menarik, mereka menerapkan unsur pop pada keramik-keramik Oddgreen.

“Kebanyakan keramik di Indonesia yang dibuat sebelum tahun 2000-an modelnya etnik. Nah, kami mengambil budaya pop. Di keramik kami menggambar kartun. Misalnya gambar anak kecil memakai baju Batman,” kata Lian. Mereka juga memilih warna-warna yang cerah untuk keramiknya.

Produk andalan Oddgreen adalah kalung dengan bandul-bandul dari keramik. Biasanya, kata Lian, orang-orang yang datang ke pameran suka mencari barang yang bisa dijadikan oleh-oleh. Barang-barang itu umumnya harus bagus dan berharga murah. Karena itulah mereka membuat kalung berbandul keramik. Produk itu pun mereka jual dengan harga sangat terjangkau, yakni Rp10.000.

“Kalung dan bandul keramik itu yang paling laris di pameran,” ucap Lian. Dalam sekali pameran saja, mereka bisa menjual hingga 1.000 buah kalung berbandul keramik.

Kendati demikian, kalung berbandul keramik bukan satu-satunya produk yang mereka buat. Ada pula beragam produk keramik lainnya, seperti mug, gantungan kunci, serta piring dan tea set. Harga piring keramik berkisar dari Rp100.000 hingga yang termahal Rp1.500.000. “Rata-rata harga piringnya Rp275.000,” kata Lian. Untuk tea set, harganya rata-rata Rp225.000 per set. “Satu tea set ada tempat cangkir,” ujarnya. Sementara mug ditawarkan dengan harga Rp60.000 per buah.

Diakui oleh Lian, hingga kini pesanan yang mereka dapat tidak hanya datang dari Bandung, tetapi juga dari kota-kota lainnya, seperti Jakarta, Bogor, dan Lampung. Lian berharap bisa mengembangkan Oddgreen. Dia ingin membuka tempat kursus bagi anak-anak muda yang ingin belajar membuat keramik. “Saat ini saja sudah banyak orang tua yang datang ke workshop dan menanyakan tentang kursus membuat keramik untuk anak-anak mereka,” ujarnya.

Kontak Oddgreen
Email: keramik_oddgreen[a]yahoo.com
Workshop:
Pemukiman Sarimas
Jl. Sarimas IV No. 47 Arcamanik, Bandung
Telpon: 022 7203268, 0812 232 6347

Sumber : QB Headlines

Related posts:

  1. Usaha Bantal Unik, Makin Kreatif Makin Laris
  2. Direktori UMKM Bandung Diterbitkan


Popularity : 10,894 views

Tags: ,

Leave Comment