Kiat Sukses Bisnis Mie
Aug 28th, 2009 | By galeriukm | Category: MakananProses bisnis yang baik adalah yang berangkat dari bawah lalu naik setahap demi setahap secara konsisten. Selain itu butuh pengorbanan dan perjuangan yang besar untuk sukses. Jatuh dan bangun dalam usaha bisnis merupakan hal yang biasa terjadi. Namun sikap pantang menyerah menjadi kunci keberhasilan suatu usaha bisnis. Itulah kira-kira yang menjadi landasan H Bimada Pemilk PT Raos Aneka Pangan yang bergerak pada bisnis mie dan makanan.
Perjalanan Bisnis Mie Raos
Awalnya ide bisnis mie ini dia tekuni karena melihat banyak peluang di pedagang kaki lima. Dirinya pernah melihat seorang pedagang kaki lima sehari bisa memperoleh keuntungan mencapai 4 juta. Dari sini dirinya mulai berfikir jika saja dia bisa memperoleh pendapatan bersih 200 sampai 500 ribu saja dari satu gerobak mie, maka akan bisa dihitung berapa keuntungan jika memiliki seratus sampai seribu gerobak. Mengapa Mie? Makanan merupakan bisnis yang tidak ada matinya, selama orang hidup tentu membutuhkan makanan dan Mie telah menjadi makanan pokok kedua setelah nasi. Selain itu bisnis makanan merupakan bisnis yang sarat dengan inovasi. Karenanya bisnis ini memiliki peluang yang cukup lebar.
Bisnis Mie yang dijalani oleh H Bimada ini boleh dibilang benar-benar dari bawah, semula ia bekerja di sebuah perusahaan Freight Forwarder di daerah Jakarta Utara, karena sesuatu dan lain hal akhirnya ia mulai merintis usaha bisnis. Tahun 2002 bersama kakaknya ia memulai usaha prosuk franchise dengan mendirikan restoran bakmi. Akan tetapi usaha ini kemudian bangkrut. Gagal pada usaha franchise ini dia beralih dengan membuka gerobak Mie Ayam di Villa Bintaro, hanya berumur 3 bulan usaha mie ayam inipun gulung tikar, meski ia sudah mengikuti kursus pembuatan mie di beberapa tempat.
Berawal dari resep membuat bakmi yang dirasa cocok dari seorang teman akhirnya menjadi cikal bakal Bakmi Raos ini. Akhirnya ia merekrut orang-orang yang mau berjualan bakmi dengan gerobaknya. Bermodalkan 10 juta dia mulai usahanya dengan 3 gerobak. Sistemnya dari bakmi seharga Rp 6000 per mangkuk ia memperoleh keuntungan Rp 1500 sedangkan pedagangnya Rp 1000. Jika dalam sehari bakmi terjual 40 mangkuk maka dalam sebulan (25 hari ) pedagang bisa memperoleh penghasilan 1 juta rupiah. Belum lagi H Bimada memberikan fasilitas penginapan dan uang makan bagi pedagang mie. Tentu ini cukup menggiurkan bagi pedagang.
Pola berdagang mie dengan gerobak ini akhirnya berkembang, dari tiga gerobak bertambah menjadi 10 gerobak. Dalam tempo satu tahun ia sudah memiliki 193 gerobak. Ada sekitar 700-an orang pedagang yang sudah dilatihnya, namun sebagian besar dari itu mengundurkan diri karena jiwa wirausaha yang lemah. Dari sekian banyak pedagang yang ditampung di penginapannya kebanyakan justru malah memilih berjualan rokok di Blok M, merekatidak melihat peluang usaha bisnis mie ini memiliki prospek yang menjanjikan. Akhirnya usaha dengan gerobak ini tidak berjalan lama dan kemudian ia memilih membangun usahanya dengan sistem waralaba.
Bimada membangun pola kemitraan. Dengan pola ini ia tidak perlu lagi menggaji karyawan, mitranya cukup membeli mie dan minyak goreng plus gerobak rancangannya. Dengan pola kemitraan ini sudah menghasilkan mitra dimana-mana. Dengan menjamurnya model franchise makanan, ia menambah varian produknya, Bakmi Mada merupakan produk tiga macam makanan dalam satu gerobak yaitu Mie Ayam, Bakwan Malang dan Siomay Bandung. Untuk produk ini investasinya adalah 25 juta per gerobaknya. Inovasi produk lainnya adalah Sate Sambas, paket makanan dalam satu gerobak yang berisi Sate, Soto dam Es Campur. Investasi produk ini adalah 28 juta. Dengan sistem waralaba ini Bakmi Raos telah membuka peluag usaha dan bisnis bagi banyak orang.
Rahasia Sukses Bisnis Mie H Bimada
Kesuksesan bisnis Mie yang dijalani H Bimada tidak lepas dari filosofi dasar bisnisnya, bukan sekedar bisnis tetapi ada semangat sipritual untuk membuka lapangan kerja sehingga bisa mengentaskan kemiskinan. Rahasia suksesnya adalah karena peran Allah SWT dalam bisnisnya, bisnis baginya adalah bagian dari ibadah, maka meski sibuk bekerja jangan sampai melupakan ibadah. Berani mencoba , pantang menyerah dan membangun jaringan bisnis merupakan kunci kedua kesuksesan bisnisnya. selain itu Inovasi dan diferensiasi produk menjadi resep bagaimana bisnisnya bisa maju dan berkembang.(Galeriukm)
Sumber : Majalah Gontor
Related posts:
- Transformasi Bisnis :Kiat Sukses Memajukan Bisnis
- Kiat Sukses Bisnis Usaha Kecil
- Sukses Bisnis Mainan Anak
- Peluang Bisnis Keripik Ubi Jalar

Mohon info cara membuat mie (mentah) dan bahan yang diperlukan sehingga mie terasa enak dan tidak lembek? dimana bisa berguru cara membuat mie agar bisa membuat mie sendiri.
mohon infonya dikirim ke ht_23@yahoo.com
Terimakasih
Reply
[...] dengan sistem waralaba. Dalam bidang usaha makanan ada Bakso yang dijual dengan model waralaba, Mie dengan model waralaba bahkan makanan tradisional Pisang Ijo dijual dengan sistem waralaba. Di bidang minuman kesehatan [...]